Reasons to be missed


posted by Ratri Anggardani Prayitno on ,

1 comment


Rrrrrttt. Rrrrrttt. Rrrrrttt.

Ponselku bergetar, membuyarkan lamunanku. Sudah lama rasanya aku tak melamun, kemudian secara tak sengaja sebuah lagu favoritku saat dulu terputar di pesawat radio. Ku tengok ponsel, sebuah panggilan yang sebenarnya tak begitu kuharapkan. Betapa dua manusia bisa saling terhubung, Semesta. Aku takjub. Bagaimana bisa Dia mengatur semua ini begitu saja dengan alasan “kebetulan”.

“Halo, bisa bicara dengan Cinta.” Sebuah suara yang amat ku kenal.
“Pret!” Jawabku singkat yang langsung disambut suara tawa yang dulu pernah amat kusuka. Biasanya kucubit pipinya kalau sudah begitu. Dulu.

Pembicaraan itu tipikal basa-basi yang cukup membuatku tak peduli akan yang sebenarnya kami bicarakan. Yang kuingat hanya kalimat yang aku lontarkan tanpa pikir panjang, “Jangan buat gue jatuh cinta sama lo lagi. Please.”

Jeda sejenak, dan seingatku aku mulai tidak suka pembicaraan yang mulai serius itu. 

Forgetting all the hurt inside
You’ve learned to hide so well
***


Hai. Kalau kamu baca email ini, berarti aku sudah cukup gila untuk mengirimnya. Ternyata sulit untuk menghapusmu dari ingatanku. Entahlah, aku juga tidak mengerti otakku sendiri. Saat ini aku hanya ingin melakukan ini. Kamu tahu bagaimana aku terlalu malas memikirkan sesuatu terlalu jauh dan membuat semuanya menjadi rumit.

Kamu, ketika nanti akhirnya aku menghilang, setidaknya aku telah melakukan ini. Entah apa alasan-Nya membuat bayanganmu melekat erat di sekujur tubuhku. Aku tidak akan mengucapkan kata-kata pengakuan yang romantis dan manis untuk merayumu. Aku tidak memintamu untuk kembali padaku. Cukup dengan aku membebaskan diriku sendiri dari semua penyangkalan dan keputusasaan.

Aku mencintaimu.
***
Lalu aku tak pernah mendengar lagi kabar darinya. Kali ini, dia yang menghilang. Setelah akhirnya dia membuatku jatuh kembali. Sial.

What am I leaving
When I’m done here?
Forget the wrong that I’ve done
Help me leave behind some
Reasons to be missed
***
 
Mengingatmu bukanlah sesuatu yang seharusnya kusesali, tapi kusyukuri. Selamat tinggal.
KLIK”, kemudian sebuah pesan pop-up muncul di layar laptopku, pesanku sudah dalam perjalanan.

Aku putar lagu lawas itu kembali dari iPod. Aku sedang ingin sibuk tenggelam dengan lamunanku.


 
Lyrics: Linkin Park – Leave Out All The Rest

1 comment

Leave a Reply