Aku suka berisik ini.
Semilir angin yang terkadang melaju,
derik jangkrik yang saling beradu,
dan gemericik air pancuran
yang walaupun palsu,
cukup meramaikan malamku,
dan mendamaikannya di satu waktu.
Ada engkau di ujung satunya.
Setidaknya aku tahu itu engkau di sana,
tergelak pada laku bodohmu sendiri,
yang menjadikan hatiku ramai,
dan risik itu yang menjadikannya damai.
-Bandung, hujan malam hari.
Showing posts with label poems. Show all posts
posted by Ratri Anggardani Prayitno on poems
posted by Ratri Anggardani Prayitno on poems
There's only silence
that been told by the falling leaves to the tree
There's only silence
that been told by the stars to the night
There's only silence
that been told by us to us
I love silence
won't be more peaceful than that
I love silence
won't be more inspiring than that
I love silence
won't be more awakening than that
Maybe I will just let it be
lay it there
Till the sun finally comes up
change the night to dawn
awake the birds then chirping
and awake us then feeling
-Bandung, in starey silence night
posted by Ratri Anggardani Prayitno on poems
1..2..10..50...
seratus domba sudah kuhitung
gelap..diam..
cuma gemericik air bocor dari keran
ramai.
Terlelap seolah mustahil,
terpejam namun otak menerawang.
mimpi-mimpi yang harusnya datang kemudian
terlanjur membuncah,
tumpah,
ruah.
Oh tidak! mimpiku terlalu liar untuk dijinakkan!
aku tak dapat menangkapnya,
satu per satu..
untuk kusimpan dulu,
untuk kutabur nanti dalam tidurku.
Kunyalakan lampu,
dan mimpi-mimpi itu mati.
berserakan.
Lalu kuputuskan, "Sudahlah, biarkan saja berantakan.
nanti waktu lampu kembali mati,
toh mereka akan hidup lagi,
seperti zombie."
Kembali gelap.
namun kali ini mimpi-mimpi itu telah pergi dari otakku.
Otakku kosong,
melompong,
kopong.
ya sudah, untuk sementara kau kubiarkan bebas.
Tapi lihat saja,
suatu saat kau akan kutangkap.
Tunggu saja.
sambil aku berhitung
1..2..10..50...
- Bandung, saat malam menua
posted by Ratri Anggardani Prayitno on poems
I found this poem made by my really talented friend Picha. Her blog is made specially for her poems. And when I did the blog-walking, I found one that really capture my attention. So, I asked for her permission to reblog that poem, and here it is, the poem is in my blog now. *thank you Picha. ^^
Cinta-cintamu
Kamu memiliki beberapa cinta
satu di hatimu
sedang yang lain tersebar di sepanjang bibirmu
Dan cintaku,
adalah salah satu diantaranya
Pernah kudengar cintaku berkata :
"Sungguh tak apa,
terimakasih telah membiarkanku
menjadi salah satu diantaranya."
Hmm..
aku cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala
Kataku : "Ah, betapa bodohnya ia."
credits by : Priska Driastuti
posted by Ratri Anggardani Prayitno on poems
aroma tanah yang basah,
semerbak wangi mengisi sudut rongga kosong
hujan…
kamu datang.
kosong takkan sempurna
hujan…
selamat datang.
Bandung - saat hujan sore hari





